Akses Medan–Aceh Tamiang Terbuka, Distribusi Bantuan Dipacu
- account_circle imam subari
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 143
- comment 0 komentar

Proses pembukaan dan pembersihan jalan akses dari Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12). (Pusdatinkom BNPB)
Warta90.com-Banda Aceh — Upaya membuka kembali jalur penghubung antara Kota Medan, Sumatra Utara, dan Aceh Tamiang mulai membuahkan hasil. Berdasarkan pantauan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (2/12), alat-alat berat dari Dinas PU terus bekerja menyingkirkan tumpukan tanah, lumpur, dan puing yang sempat menutup akses utama menuju Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
Sejumlah mobil nampak sudah bisa melintas meski dengan kecepatan terbatas. Pemerintah menargetkan jalur tersebut dapat berfungsi normal sepenuhnya pada Rabu (3/12) pagi.
Pekerjaan hari ini berfokus pada pembersihan sisa material yang masih menumpuk di sepanjang sisi jalan.
BNPB sendiri telah mengerahkan tim pendamping ke seluruh kabupaten/kota terdampak dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansyah. Tim ini bertugas memastikan distribusi logistik dan peralatan berjalan bertahap—baik melalui jalur laut maupun udara. Tim ini juga melakukan pemutakhiran data, penguatan sistem komando, hingga dukungan lain yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.
Untuk bantuan via laut, suplai dikirim dari Banda Aceh menuju Langsa dengan waktu tempuh sekitar dua hari. Saat rilis ini diterbitkan, logistik telah tiba di kantor Dinas Sosial Langsa untuk kebutuhan Kota Langsa, sementara pengiriman ke Aceh Tamiang masih dalam perjalanan dan dijadwalkan mulai disalurkan hari ini.
Sementara itu, untuk wilayah Aceh Tamiang yang akses daratnya masih terbatas, BNPB mengerahkan helikopter guna melakukan pengiriman lewat metode air drop di beberapa titik, termasuk lapangan dekat Babo dan Perupuk di Kecamatan Bandar Pusaka.
Bantuan yang dikirim pada tahap ini mencakup: 100 paket makanan siap saji, 100 hygiene kit, 50 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, dan 25 set alat kebersihan.
Pulihnya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe diharapkan mempercepat proses penanganan darurat. Dengan jalur transportasi kembali terbuka, distribusi bantuan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembersihan material dapat dilakukan lebih cepat, lebih merata, dan lebih efektif. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar