Badai PHK Terbesar di Singapura, 19.800 Tenaga Kerja Terdampak
- account_circle Prasetyo Dharsono
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 101
- comment 0 komentar

Warta90.com, Singapura — Singapura tengah menghadapi tekanan ekonomi signifikan setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, dengan total 19.800 pekerjaan dilaporkan hilang. Angka tersebut menandai salah satu kenaikan PHK terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan pasar tenaga kerja negara tersebut.
Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menyampaikan bahwa lonjakan PHK dipicu oleh kombinasi faktor global, termasuk perlambatan ekonomi dunia, penurunan permintaan ekspor, serta penyesuaian operasional sejumlah perusahaan akibat tekanan biaya. Sektor teknologi dan keuangan menjadi dua bidang yang mencatat pengurangan tenaga kerja paling tinggi.
Sektor Teknologi dan Keuangan Paling Terdampak
Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan teknologi—mulai dari startup hingga perusahaan multinasional—melakukan konsolidasi untuk menekan biaya operasional. Penurunan pendapatan, tantangan investasi, serta peningkatan kompetisi global disebut menjadi pendorong utama terjadinya pengurangan karyawan.
Sektor keuangan juga mengalami dampak yang signifikan. Lembaga perbankan dan perusahaan investasi melakukan peninjauan ulang struktur organisasi serta mengimplementasikan efisiensi internal, yang pada akhirnya berujung pada pengurangan tenaga kerja.
Seorang analis ekonomi menyatakan bahwa gelombang PHK ini merupakan refleksi dari “penyesuaian struktural yang tidak dapat dihindari” dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang menantang.
Pekerja Lokal dan Asing Terdampak
Baik pekerja lokal maupun tenaga kerja asing merasakan dampaknya. Tenaga kerja asing, khususnya, menghadapi risiko tambahan terkait izin tinggal. Tanpa sponsor pekerjaan baru dalam waktu tertentu, mereka diwajibkan meninggalkan Singapura sesuai dengan ketentuan imigrasi.
Pemerintah Siapkan Respons Kebijakan
Pemerintah Singapura telah mengumumkan sejumlah langkah untuk memitigasi dampak PHK besar-besaran ini, antara lain:
-
Program peningkatan keterampilan (upskilling) dan alih keterampilan (reskilling)
-
Dukungan penempatan kerja bagi pekerja yang terdampak
-
Insentif bagi perusahaan yang mempertahankan tenaga kerja lokal
-
Pendampingan finansial bagi warga negara yang kehilangan pekerjaan
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa para pekerja yang terdampak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, termasuk akses ke peluang kerja baru dan program pelatihan yang relevan,” ujar perwakilan MOM.
Risiko Perlambatan Ekonomi Lebih Lanjut
Para ekonom memperingatkan bahwa jika ketidakpastian global terus berlanjut, Singapura berpotensi menghadapi tekanan ekonomi lebih dalam pada kuartal mendatang. Gelombang PHK lanjutan dianggap masih mungkin terjadi, terutama di sektor yang bergantung pada perdagangan internasional.
- Penulis: Prasetyo Dharsono



Saat ini belum ada komentar