Musyawarah Kubro NU di Lirboyo Serukan Islah hingga MLB
- account_circle imam subari
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- visibility 49
- comment 0 komentar

Musyawarah Kubro membahas konflik di PBNU, digelar di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025). (Foto: NU Online)
Kediri-Warta90.c0m- Musyawarah Kubro bertajuk “Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” diselenggarakan di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu (21/12/2025). Acara dibuka dengan Istighatsah yang dipimpin Pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus.
“Mudah-mudahan konflik internal Nahdlatul Ulama mencapai puncak penyelesaiannya di Lirboyo. Setelah ini, semoga semuanya selesai,” kata Kiai Kafa sebagai tuan rumah.
Panitia kemudian mengundang Rais Syuriyah dan Ketua PWNU yang hadir untuk naik ke panggung. Berdasarkan kesepakatan musyawirin, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, ditugaskan memimpin musyawarah penyerapan aspirasi dari PWNU, PCNU se-Indonesia, serta PCINU di luar negeri.
Total 521 PWNU dan PCNU ikut secara langsung—termasuk perwakilan PCINU Arab Saudi yang datang khusus dengan penerbangan—sementara 197 lainnya bergabung via daring. Berdasarkan pantauan NU Online, sesi musyawarah berlangsung dinamis selama sekitar dua jam.
Kiai Ubaid membagi waktu untuk perwakilan wilayah barat, tengah, timur Indonesia, serta luar negeri. Secara paralel di lokasi terdekat, para mustasyar dan sesepuh NU juga menggelar musyawarah terpisah. Setelah Musyawarah Kubro usai, hasilnya dibacakan saat mustasyar dan sesepuh bergabung.
Tiga Poin Kesepakatan Musyawarah Kubro
- Meminta kedua pihak melakukan islah paling lambat 3 hari sejak Minggu, 21 Desember 2025 pukul 12:00 WIB.
- Jika islah gagal, kedua pihak wajib serahkan mandat ke mustasyar untuk bentuk panitia muktamar netral dalam waktu maksimal 1 hari setelah batas islah.
- Jika opsi 1 dan 2 tak terealisasi, peserta setuju cabut mandat dan usulkan muktamar luar biasa (MLB) berdasarkan kesepakatan PWNU/PCNU hadir, paling lambat sebelum keberangkatan kloter haji Indonesia pertama.
“Keputusan ini murni dari Musyawarah Kubro dan ditandatangani peserta hadir, baik luring maupun via Zoom,” jelas Kiai Ubaidullah Shodaqoh saat melaporkan ke mustasyar dan kiai sesepuh.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar absen, tapi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan rombongan PBNU hadir. Forum memberi kesempatan Gus Yahya bicara.
“Pertama, saya selalu terbuka klarifikasi dan tabayun tuduhan apa pun, dengan bukti dan saksi lengkap,” katanya, disambut tepuk tangan.
Kedua, Gus Yahya menegaskan keinginannya berislah sejak awal. “Saya siap islah ala haq, bukan ala bathil,” tegasnya. Ia juga menyatakan patuh penuh pada kesepakatan PWNU/PCNU dan arahan mustasyar, disambut aplaus meriah.
Gus Yahya bilang sudah kirim pesan ke Rais Aam minta waktu bertemu, tapi belum dibalas. “Saya tunggu 3×24 jam, lalu laporkan lagi,” tutupnya.
Hadir pula mustasyar PBNU seperti KH Ma’ruf Amin (via Zoom), KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Said Aqil Siroj, KH Muhammad Nuh Addawami; Rais Syuriyah PBNU termasuk KH Ali Akbar Marbun, KH Haris Shodaqoh, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Abdul Ghofur Maimoen; serta jajaran katib seperti KH Akhmad Said Asrori, KH Athoillah Anwar, dan lainnya, plus Rais Syuriyah/Ketua Tanfidziyah PWNU, PCINU, PCNU se-Indonesia (luring/daring).
Sebagai catatan, Musyawarah Kubro ini lanjutan dari pertemuan mustasyar PBNU dan sesepuh NU di Pesantren Al-Falah Ploso (30/11/2025) serta Pesantren Tebuireng Jombang (6/12/2025). Forum tersebut membahas isu PBNU yang mencuat publik sejak luasnya risalah Rapat Harian Syuriyah pada 20 November 2025. (sub dari NU Online)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar