Gubernur Ansar Minta Menu MBG Kepri Utamakan Ikan, Bukan Lagi Ayam dan Telur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- visibility 43
- comment 0 komentar

Gubernur Ansar meminta menu MBG di Kepri tidak lagi ayam dan telur, tapi diprioritaskan ikan. (mc kepri)
Warta90.com, Kepri – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kepri memprioritaskan ikan sebagai lauk utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan ini disampaikan karena menu MBG dinilai masih didominasi telur dan ayam sehingga kurang memanfaatkan potensi besar laut Kepri.
Menurut Ansar, ikan seharusnya menjadi sumber protein utama bagi para penerima MBG, seperti pelajar serta ibu hamil.
“Harusnya ikan menjadi prioritas utama. Makanya akan kita minta agar penanganannya lebih baik,” tegas Ansar.
Kepri Punya Laut 96 Persen, Ikan Semestinya Jadi Menu Andalan
Ansar menyoroti fakta bahwa 96 persen wilayah Kepri adalah laut, yang berarti daerah ini sangat kaya akan hasil perikanan. Dengan potensi besar tersebut, penggunaan ikan sebagai lauk MBG dianggap lebih tepat, sehat, dan ekonomis.
Dirinya juga akan menugaskan dinas terkait untuk melakukan koordinasi menyeluruh ke seluruh SPPG agar menu MBG tidak monoton.
“Kami akan cek dan melihat seperti apa. Karena ikan juga memiliki protein yang banyak, tidak kalah dengan ayam,” ungkapnya.
Orang Tua Murid Keluhkan Menu Telur dan Ayam yang Terlalu Sering
Sementara itu, sejumlah orang tua murid menyambut baik arahan tersebut. Salah satunya Retno, warga Tanjungpinang, yang mengaku menu MBG yang diterima anaknya hampir selalu berisi ayam atau telur.
“Keseringan telur, walaupun masakannya beda-beda. Anak saya juga sempat bosan karena menunya itu-itu saja,” ujarnya.
Ia berharap adanya variasi baru terutama dari ikan yang dianggap lebih segar dan sesuai potensi daerah.
Menu Bergizi, Variatif, dan Memanfaatkan Potensi Daerah
Dengan arahan baru dari Gubernur Ansar, pemerintah berharap program MBG dapat lebih optimal dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya, sekaligus membantu memaksimalkan potensi perikanan lokal.
Program ini juga diharapkan mampu mendorong konsumsi ikan sejak dini sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Denni Risman



Saat ini belum ada komentar