Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Telusur » Skandal Limbah Beracun Batam Membengkak! Bea Cukai Akui 316 Kontainer Masuk, Reekspor Masih Misterius

Skandal Limbah Beracun Batam Membengkak! Bea Cukai Akui 316 Kontainer Masuk, Reekspor Masih Misterius

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Warta90.com, Batam – Kasus dugaan impor limbah elektronik beracun (B3) ke Kota Batam kembali mencuat. Jumlah kontainer yang semula dilaporkan hanya puluhan kini membengkak menjadi 316 unit, dan hingga kini belum ada kepastian soal proses reekspor ke negara asal.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavia, membenarkan bahwa total limbah elektronik yang masuk ke wilayah Batam mencapai 316 kontainer dari tiga perusahaan berbeda.

“Sampai saat ini belum ada reekspor limbah. Jumlah terbaru memang 316 kontainer. Pengawasan tetap kami lakukan seperti pelayanan impor biasa, dan sepanjang dokumen pelengkap tidak ada, maka kontainer tersebut tidak kami layani proses impornya,” jelas Evi, pada Jumat (31/10/2025).

Tiga Perusahaan Dituding Terlibat

Skandal Limbah Beracun Batam Membengkak! Bea Cukai Akui 316 Kontainer Masuk, Reekspor Masih Misterius

Berawal dari puluhan, Bea Cukai menemukan adanya 316 kontainer berisi limbah B3 elektronik (dok bea cukai batam)

Berdasarkan data resmi Bea Cukai Batam, ketiga perusahaan yang menjadi penerima limbah tersebut adalah:

1. PT Esun International Utama Indonesia: 39 kontainer sudah diperiksa, 90 kontainer belum menyampaikan Pemberitahuan Pabean Free Trade Zone (PPFTZ), total 129 kontainer.

2. PT Logam Internasional Jaya: 25 kontainer telah diperiksa, 139 kontainer belum PPFTZ, total 164 kontainer.

3. PT Batam Battery Recycle Industries (BBRI): 10 kontainer diperiksa, 13 belum PPFTZ, total 23 kontainer.

Total keseluruhan: 316 kontainer limbah elektronik B3 yang masih tertahan di pelabuhan dan belum ada kejelasan tindak lanjutnya.

Skandal yang Kian Menguak

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Komisi XII DPR RI menggelar rapat tertutup dengan manajemen PT Esun International Utama Indonesia di Hotel Marriott Harbour Bay, Batam, Rabu (29/10/2025).

Rapat tersebut membahas dugaan keterlibatan perusahaan dalam impor 73 kontainer limbah elektronik tanpa izin resmi, yang belakangan ternyata hanyalah sebagian kecil dari total 316 kontainer yang terdeteksi.

Anggota Komisi XII DPR RI, Muhammad Rohid, mengatakan rapat dilakukan untuk memastikan tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggaran lingkungan.

“Komisi XII ingin memastikan kepatuhan PT Esun terhadap aturan lingkungan hidup serta sejauh mana tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan limbahnya,” tegas Rohid.

Temuan KLH: Limbah Mengandung Zat Berbahaya

Audit dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebelumnya menemukan 73 kontainer e-waste yang masuk melalui Pelabuhan Batu Ampar pada 22–27 September 2025.

Isi kontainer berupa komponen elektronik bekas seperti printer circuit board (PCB), kabel, CPU, hingga hard disk, yang dikategorikan sebagai limbah B107d (elektronik) dan A108d (terkontaminasi B3).

Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan bahan berbahaya, sehingga seluruhnya wajib dikembalikan ke negara asal, Amerika Serikat, melalui mekanisme reekspor.

Namun, hingga akhir Oktober 2025, belum ada satu pun kontainer yang dikembalikan, bahkan belum ada penetapan tersangka terhadap tiga perusahaan terkait.

Ancaman Hukum Berat Mengintai

Padahal, impor limbah B3 tanpa izin merupakan pelanggaran berat berdasarkan Pasal 102 jo Pasal 106 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pelaku dapat dijatuhi hukuman pidana dan denda miliaran rupiah jika terbukti bersalah.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum dalam kasus ini.

Ia bahkan meninjau langsung fasilitas PT Esun di Batam, yang kini telah disegel, meski proses penyegelan lanjutan sempat tertunda.

“Kami tetap berkomitmen menegakkan aturan. Proses hukum terhadap kasus ini tetap berjalan sesuai ketentuan,” tegas Hanif.

Desakan Publik: Tindak Tegas dan Transparan

Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Banyak yang menilai pemerintah dan aparat terlalu lamban dalam menangani kasus besar ini, padahal dampak lingkungan dari limbah elektronik beracun bisa sangat fatal bagi ekosistem dan kesehatan warga.

Komisi XII DPR RI mendesak dilakukan audit independen serta pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas impor dan pengelolaan limbah elektronik di kawasan perdagangan bebas Batam.

“Kasus ini menjadi ujian besar bagi konsistensi penegakan hukum lingkungan di Indonesia,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik di Batam.

Batam Jadi Sorotan Nasional

Dengan statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone), Batam selama ini menjadi pintu masuk penting bagi arus barang internasional.

Namun, kasus limbah B3 ini memperlihatkan sisi gelap dari celah regulasi yang bisa dimanfaatkan untuk memasukkan limbah beracun berkedok bahan daur ulang.

Publik kini menantikan langkah tegas dari pemerintah pusat, KLH, dan aparat penegak hukum untuk mengembalikan kepercayaan publik serta menjaga reputasi Batam sebagai kota industri yang ramah lingkungan.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Denni Risman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mau ke Jambi dari Batam? Ini Jadwal Kapal Ro-Ro dan Tarif Kendaraan November 2025!

    Mau ke Jambi dari Batam? Ini Jadwal Kapal Ro-Ro dan Tarif Kendaraan November 2025!

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Denni Risman
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Warta90.com, Batam — Warga Batam dan Jambi yang ingin melakukan perjalanan via laut kembali dimudahkan dengan layanan kapal Ro-Ro rute Pelabuhan Telaga Punggur, Batam – Kuala Tungkal, Jambi. Untuk periode November 2025, jadwal pelayaran ditetapkan tiga kali seminggu untuk kedua arah. Rute ini menjadi salah satu pilihan transportasi favorit karena mampu mengangkut penumpang sekaligus kendaraan […]

  • AI 2025 Semakin Otonom: Sistem Multimodal dan Agen Mandiri Siap Ubah Industri Global

    AI 2025 Semakin Otonom: Sistem Multimodal dan Agen Mandiri Siap Ubah Industri Global

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Warta90.com, Technology — 2025 menjadi tahun penting bagi perkembangan kecerdasan buatan. Teknologi AI terbaru 2025 menghadirkan sistem AI multimodal dan agen AI otonom yang semakin canggih. Inovasi ini tidak hanya mempercepat otomatisasi, tetapi juga mengubah cara industri mengambil keputusan. Apa Itu AI Multimodal dan Mengapa Penting di 2025? AI multimodal adalah teknologi yang mampu memproses […]

  • Tas Mengapung Berisi 1 Kg Sabu Ditemukan di Laut Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Baru

    Tas Mengapung Berisi 1 Kg Sabu Ditemukan di Laut Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Baru

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Warta90.com, Batan – Bea dan Cukai Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dua kasus narkoba berhasil diungkap di lokasi berbeda, dengan satu orang tersangka diamankan dan lebih dari satu kilogram barang haram disita. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa pengungkapan pertama terjadi di Pelabuhan Internasional Batam […]

  • Pemprov dan DPRD Kepri Tetapkan APBD 2026 Rp 3,54 Trilyun

    Pemprov dan DPRD Kepri Tetapkan APBD 2026 Rp 3,54 Trilyun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle imam subari
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Warta90.com, Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau  bersama DPRD Kepulauan Riau  menetapkan pagu belanja daerah untuk Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3,54 triliun. Kesepakatan ini diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Rapat Paripurna yang berlangsungdi Balairung Raja Khalid Hitam, Dompak, pada Senin (24/11/2025) Rapat  dipimpin Wakil […]

  • Badai PHK Terbesar di Singapura, 19.800 Tenaga Kerja Terdampak

    Badai PHK Terbesar di Singapura, 19.800 Tenaga Kerja Terdampak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Prasetyo Dharsono
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Warta90.com, Singapura — Singapura tengah menghadapi tekanan ekonomi signifikan setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, dengan total 19.800 pekerjaan dilaporkan hilang. Angka tersebut menandai salah satu kenaikan PHK terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan pasar tenaga kerja negara tersebut. Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menyampaikan bahwa lonjakan […]

  • Luhut Klarifikasi Izin Bandara IMIP: Domestik, Bukan Internasional

    Luhut Klarifikasi Izin Bandara IMIP: Domestik, Bukan Internasional

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle imam subari
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Warta90.c0m, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan akhirnya menanggapi polemik seputar izin Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali. Ia mengakui bahwa izin pembangunan bandara itu memang diterbitkan saat dirinya masih menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi pada era Presiden Jokowi. Menurut Luhut, pemberian izin tersebut bukanlah hal […]

expand_less