WhatsApp Hapus Akses ChatGPT dan Copilot, Mulai Januari 2026
- account_circle imam subari
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 144
- comment 0 komentar

ChatGPT dan Microsoft Copilot segera ditendang dari WA (Foto : Economy Milddle East)
Warta90.com, Batam – Tidak banyak yang menyadari bahwa layanan chatbot AI populer seperti ChatGPT dan Microsoft Copilot selama ini bisa diakses langsung melalui chat di WhatsApp. Namun fitur tersebut sebentar lagi tidak dapat digunakan lagi. WhatsApp secara resmi akan memblokir dua chatbot tersebut menyusul perubahan kebijakan layanan mereka.
Kebijakan baru ini melarang distribusi chatbot berbasis AI yang tidak dikembangkan oleh Meta. Aturan tersebut akan mulai diterapkan pada 15 Januari 2026.
OpenAI sudah lebih dulu mengumumkan bahwa ChatGPT akan meninggalkan WhatsApp beberapa minggu sebelumnya. Microsoft pun baru menyampaikan pengumuman serupa pekan ini. Keduanya menegaskan bahwa pengguna masih dapat mengakses ChatGPT dan Copilot hingga batas waktu tersebut.
OpenAI menyediakan opsi bagi pengguna untuk menghubungkan akun WhatsApp agar riwayat percakapan dapat dipindahkan ke platform ChatGPT. Sebaliknya, pengguna Copilot tidak memiliki fitur serupa, sehingga Microsoft menyarankan agar percakapan diekspor menggunakan fitur ekspor bawaan WhatsApp.
Baik OpenAI maupun Microsoft menyebut keputusan ini berkaitan dengan perubahan pada persyaratan WhatsApp Business Solution yang dirilis Meta pada Oktober lalu. Aturan baru tersebut melarang perusahaan AI menggunakan API bisnis WhatsApp sebagai sarana distribusi chatbot mereka. Meta menyatakan sumber daya API seharusnya difokuskan untuk mendukung kebutuhan bisnis lain.
Pembatasan Distribusi Chatbot
Meski demikian, perusahaan tetap diperbolehkan mengoperasikan chatbot untuk layanan pelanggan di WhatsApp. Pembatasan ini hanya berlaku ketika perusahaan AI mencoba mendistribusikan chatbot mereka secara langsung melalui platform.
“WhatsApp Business API dirancang untuk membantu bisnis memberikan layanan pelanggan dan penyampaian informasi yang relevan,” ujar juru bicara Meta kepada TechCrunch, seperti dikutip DetikNet dari The Verge.
Meta kini semakin agresif mendorong integrasi Meta AI di WhatsApp. Tidak mengherankan jika perusahaan memilih membatasi chatbot pihak ketiga untuk mengurangi kompetisi dengan produk AI mereka sendiri.
Dengan aturan baru ini, chatbot AI lain seperti Perplexity kemungkinan juga akan segera menghentikan layanannya di WhatsApp. Ke depan, pengguna yang ingin berinteraksi dengan chatbot langsung melalui aplikasi kemungkinan besar harus mengandalkan Meta AI. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar