Longsor Lumpuhkan Sumatra: PU Fokus Buka Jalan demi Distribusi Bantuan
- account_circle imam subari
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 115
- comment 0 komentar

Warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu akibat jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga putus diterjang banjir bandang (Foto : Antara)
Warta90.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memaparkan kondisi terbaru sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatra. Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Kota Sibolga, yang hingga kini masih terisolasi karena sejumlah ruas jalan utama terputus.
Menurut Dody, putusnya akses jalan di banyak titik membuat Sibolga sulit dijangkau dari arah Sumatera Utara. Kementerian Pekerjaan Umum kini memusatkan upaya untuk membuka jalur masuk ke wilayah tersebut sebagai prioritas darurat.
“Infrastruktur yang mengalami kerusakan paling berat ada di Sumut. Hingga saat ini Sibolga masih belum bisa ditembus,” ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Minggu (30/11).
Ia menjelaskan, banyaknya titik longsor dan patahnya badan jalan membuat perjalanan darat dari Sumut memerlukan waktu pemulihan lebih lama. Pemerintah kini mempertimbangkan jalur alternatif dari arah Aceh bagian utara yang dinilai lebih memungkinkan untuk dibuka lebih cepat.
“Peluang tembus lebih besar jika dari arah Aceh. Kalau dari Sumut, kerusakannya terlalu banyak. Mungkin butuh satu minggu sampai sepuluh hari,” katanya.
Saat ini, pembukaan jalur lewat Barus, Tapanuli Tengah, sedang dikejar agar bisa dilalui pada Senin sore, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan pasokan BBM bagi alat berat tetap tersedia.
Keterbatasan Solar
Selain Sibolga, beberapa ruas lain seperti Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Tarutung, Tapanuli Utara, dan Sipirok, Tapanuli Selatan, juga terkendala keterbatasan solar untuk alat berat. Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi BBM ke titik-titik kritis.
Berbeda dengan kondisi Sibolga, akses menuju Kota Takengon di Aceh yang sempat terputus kini sudah bisa dibuka kembali. Namun, Dody menegaskan bahwa akses tersebut baru memungkinkan untuk kendaraan kecil.
“Situasi di Takengon relatif lebih baik dibandingkan Sibolga. Kita berupaya agar kendaraan berukuran besar juga dapat melintas,” ujarnya.
Dody menekankan bahwa percepatan pembukaan akses darat sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan logistik serta layanan dasar bagi warga terdampak. Proses ini dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI–Polri, BNPB, dan relawan. Sementara itu, jalur laut menuju Sibolga juga belum optimal karena gelombang tinggi dan keterbatasan fasilitas pelabuhan.
“Fokus utama saat ini adalah membuka akses. Begitu jalan tembus, distribusi bantuan—mulai dari pangan, sandang, hingga air bersih—bisa lebih lancar,” tegasnya.
Tiga Ruas Tol Trans Sumatera Ikut Terdampak
Bencana banjir kali ini juga mempengaruhi operasional beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Setidaknya tiga ruas yang terdampak adalah Tol Binjai–Langsa, Tol Padang–Sicincin, dan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh).
Dody menyebutkan bahwa Tol Binjai–Langsa masih terendam dengan kedalaman air 40–60 cm. Sementara Tol Padang–Sicincin sudah kembali beroperasi. Adapun Tol Sigli–Banda Aceh terkena longsoran lereng namun masih dinilai aman untuk dilewati.
Seluruh ruas tol tersebut kini berada dalam pengawasan ketat BPJT dan BUJT untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran distribusi logistik, terutama menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar