Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Krisis mental di Dunia Pendidikan Indonesia – Sebuah Alarm Serius yang Harus Dijawab

Krisis mental di Dunia Pendidikan Indonesia – Sebuah Alarm Serius yang Harus Dijawab

  • account_circle Prasetyo Dharsono
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Warta90.com, Opini – Dunia pendidikan Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yang jarang dibahas secara terbuka: melemahnya mentalitas generasi muda dan ekosistem pendidikan itu sendiri. Bukan sekadar soal nilai akademik, tapi soal karakter, ketahanan menghadapi tekanan, dan kemampuan menyelesaikan masalah kehidupan nyata.

Fenomena lemahnya mental ini mulai tampak dalam berbagai bentuk: cepat menyerah, mudah stres, tidak tahan kritik, kurang percaya diri, hingga rendahnya motivasi untuk berkembang. Lebih dari sekadar tren, ini menjadi cermin bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada cara pendidikan dibangun di negeri ini.


Tekanan Akademik Tinggi, Dukungan Mental Rendah

Selama bertahun-tahun, sekolah di Indonesia masih sangat fokus pada penguasaan kurikulum dan capaian nilai. Siswa dituntut menjadi “sempurna” secara akademik, sementara aspek kesehatan mental sering kali dianggap hal sepele.

Guru mengejar target administrasi, siswa mengejar rapor, orang tua mengejar ranking. Akibatnya, banyak anak mengalami tekanan sejak dini tanpa dibekali kemampuan mengelola emosi atau menghadapi kegagalan.

Kita menciptakan generasi yang hebat menghafal, tetapi rapuh ketika menghadapi kesulitan.


Budaya Menghindari Kritik dan Takut Salah

Banyak siswa tumbuh dalam lingkungan yang tidak membiasakan mereka berpendapat atau mempertanyakan sesuatu. Salah sedikit dimarahi, bertanya dianggap membantah, berdebat dianggap kurang ajar.

Akhirnya, mereka menjadi generasi yang:

  • takut mengambil risiko,

  • takut mencoba hal baru,

  • takut salah sehingga tidak berani mencoba sama sekali.

Padahal di dunia nyata, keberanian mencoba dan gagal adalah fondasi kreativitas dan daya saing.


Lingkungan Sekolah yang Kurang Humanis

Tidak sedikit sekolah masih mempraktikkan pola komunikasi keras, hukuman fisik, bahkan perundungan terselubung baik dari teman maupun orang dewasa. Beberapa siswa yang berbeda atau tidak menonjol sering merasa tersisih.

Jika sekolah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru membuat siswa merasa terancam, bagaimana mungkin mental mereka tumbuh kuat?


Ketergantungan Teknologi yang Tidak Terkontrol

Digitalisasi membawa manfaat besar, tetapi tanpa pendampingan, banyak siswa menjadi:

  • mudah terdistraksi,

  • sulit fokus,

  • kecanduan media sosial,

  • merasa gagal karena membandingkan diri dengan “kehidupan sempurna” orang lain.

Lingkungan daring yang toksik juga memperparah kesehatan mental remaja.


Kurangnya Teladan dari Orang Dewasa

Generasi muda belajar dari contoh, bukan ceramah. Sayangnya, mereka sering melihat:

  • guru yang lelah dan tertekan,

  • orang tua yang mudah marah,

  • pejabat yang koruptif,

  • tokoh publik yang memamerkan gaya hidup instan.

Dalam situasi seperti itu, nilai-nilai moral dan mentalitas tangguh sulit tertanam.


Apa yang Perlu Dilakukan?

Lemahnya mental generasi pendidikan Indonesia bukan masalah sepele, tetapi bom waktu sosial. Solusinya harus dilakukan bersama:

1. Sekolah wajib memasukkan pendidikan karakter dan mental sebagai prioritas.

Tidak hanya formalitas di modul, tapi diterapkan dalam kegiatan harian.

2. Pelatihan guru tentang komunikasi, psikologi dasar, dan pendekatan humanis.

Guru adalah figur penting; mereka perlu dilengkapi kemampuan mengelola emosi siswa.

3. Peran orang tua harus lebih aktif.

Bukan sekadar menuntut nilai, tapi memahami kondisi mental anak dan menjadi pendamping.

4. Lingkungan belajar yang aman, bebas perundungan, dan memberi ruang ekspresi.

5. Pendampingan penggunaan teknologi.

Agar siswa tidak menjadi korban distraksi dan tekanan dunia digital.


Penutup

Melemahnya mental di dunia pendidikan Indonesia adalah masalah serius yang tidak bisa dibiarkan. Kita sedang membentuk generasi masa depan bangsa—dan jika mental mereka rapuh, maka masa depan negara pun ikut rapuh.

Saatnya sekolah, guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat berhenti saling menyalahkan dan mulai membangun ekosistem pendidikan yang mendidik akal sekaligus menguatkan mental. Karena bangsa yang hebat tidak hanya membutuhkan orang cerdas, tetapi juga pribadi yang tangguh, jujur, dan berkarakter kuat.

  • Penulis: Prasetyo Dharsono
  • Editor: Prasetyo Dharsono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tas Mengapung Berisi 1 Kg Sabu Ditemukan di Laut Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Baru

    Tas Mengapung Berisi 1 Kg Sabu Ditemukan di Laut Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Baru

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Warta90.com, Batan – Bea dan Cukai Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dua kasus narkoba berhasil diungkap di lokasi berbeda, dengan satu orang tersangka diamankan dan lebih dari satu kilogram barang haram disita. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa pengungkapan pertama terjadi di Pelabuhan Internasional Batam […]

  • Longsor Runtuhkan Jembatan, Tol Medan–Kualanamu Terputus

    Longsor Runtuhkan Jembatan, Tol Medan–Kualanamu Terputus

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle imam subari
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Warta90.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan terjadinya longsor yang menyebabkan amblasnya struktur pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, tepatnya di area Injak Jembatan KM 41+600 B, Jumat (28/11). Insiden ini membuat akses tol di lokasi tersebut terputus total. Longsor dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Deli Serdang. Curah hujan ekstrem itu meningkatkan […]

  • Badai PHK Terbesar di Singapura, 19.800 Tenaga Kerja Terdampak

    Badai PHK Terbesar di Singapura, 19.800 Tenaga Kerja Terdampak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Prasetyo Dharsono
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Warta90.com, Singapura — Singapura tengah menghadapi tekanan ekonomi signifikan setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, dengan total 19.800 pekerjaan dilaporkan hilang. Angka tersebut menandai salah satu kenaikan PHK terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan pasar tenaga kerja negara tersebut. Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menyampaikan bahwa lonjakan […]

  • Pesona Wisata Kepulauan Riau yang Memikat

    Pesona Wisata Kepulauan Riau yang Memikat

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle warta90
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Warta90.com – KEPULAUAN RIAU — Wisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan wisatawan domestik maupun mancanegara berkat keindahan baharinya yang memikat serta kekayaan budaya yang masih terjaga. Dengan lebih dari 2.400 pulau besar dan kecil, Kepri menawarkan pengalaman liburan yang lengkap, mulai dari wisata pantai, sejarah, hingga kuliner khas yang menggugah selera. Surga Bahari […]

  • Air Batam Hilir Matikan Air di 4 Titik Sekaligus! Warga Bengkong–Sei Panas Diminta Siaga Selasa Malam

    Air Batam Hilir Matikan Air di 4 Titik Sekaligus! Warga Bengkong–Sei Panas Diminta Siaga Selasa Malam

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Warta90.com, Batam – Air Batam Hilir kembali mengumumkan pekerjaan terencana yang akan dilakukan secara serentak di empat titik pada jalur Bengkong–Sei Panas, Selasa (18/11/2025) mulai pukul 21.00 hingga 03.00 WIB. Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan distribusi air bersih kepada pelanggan. Empat pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi: 1. Relokasi Pipa 160 mm di Jembatan […]

  • Uang Beredar Oktober 2025 Melambat, Kredit dan DPK Tetap Tumbuh

    Uang Beredar Oktober 2025 Melambat, Kredit dan DPK Tetap Tumbuh

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Subari
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Warta90.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang yang beredar luas di masyarakat, atau yang dikenal dengan istilah M2, mencapai Rp 9.783,1 triliun pada Oktober 2025. Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 7,7% secara tahunan (year-on-year), sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 8%. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, perlambatan ini terjadi […]

expand_less