PBNU Tegaskan Solid: Tak Ada Pemakzulan, Kepengurusan Jalan Terus
- account_circle imam subari
- calendar_month Senin, 24 Nov 2025
- visibility 59
- comment 0 komentar

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers usai melaksanakan Silaturahim Alim Ulama di kantor PBNU Jakarta, Ahad (23/11/2025) malam. (Foto: NU Online)
Warta90.com, Jakarta – Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengumpulkan puluhan ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Ahad (23/11/2025). Sekitar 60 kiai dari berbagai daerah hadir dalam forum khusus ini. Pertemuan tersebut diadakan sebagai respons atas beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang sempat memunculkan usulan agar Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum.
Katib Aam PBNU, KH Said Asrori, menyampaikan bahwa forum itu menghasilkan kesepakatan penting. Para ulama sepakat bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan hingga akhir masa jabatan, yakni satu tahun lagi. Ia menegaskan tidak ada rencana pemakzulan maupun pengunduran diri dari siapa pun, termasuk Rais Aam, Ketua Umum, ataupun pengurus lainnya.
“Semua sepakat, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Kepengurusan harus tuntas sampai Muktamar mendatang,” tegas Kiai Said seperti dikutip NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, para kiai sepakat perlunya silaturahim yang lebih luas, terutama dengan melibatkan para kiai sepuh. Langkah ini dinilai penting sebagai ruang islah dan rekonsiliasi atas polemik yang sempat menjadi perhatian publik.
“Semua menyadari ada masalah, tetapi semuanya ingin diselesaikan dengan cara yang baik,” ujar Kiai Said. Ia juga mengajak seluruh pengurus NU untuk memperbanyak tafakur demi kemaslahatan bersama, baik bagi warga NU maupun bangsa Indonesia.
Kiai Said kembali menekankan bahwa pergantian kepemimpinan hanya dapat dilakukan melalui Muktamar sebagai forum tertinggi, sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.
Di sisi lain, Gus Yahya mengingatkan bahwa seluruh bentuk komunikasi dan pernyataan mengenai organisasi harus mematuhi regulasi resmi NU. Semua sikap, baik lisan maupun tertulis, menurutnya harus mengikuti sistem konstitusi organisasi.
Sebelumnya, sebuah risalah rapat harian Syuriyah beredar dan memuat desakan agar Gus Yahya mundur atau diberhentikan dari jabatannya. Dokumen tersebut konon merupakan hasil pertemuan tertutup pengurus harian Syuriyah PBNU di sebuah hotel di Jakarta pada 20 November 2025 dan hanya ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar