Menhan Turun Tangan, Bandara IMIP Morowali Dijaga TNI
- account_circle imam subari
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat peninjauan di Morowali, Rabu dan Kamis (19–20/11), dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dan Pengawas Tim Penertiban Kawasan Hutan. (Foto: Kemenhan RI)
Warta90.com, Morowali – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bergerak cepat setelah menemukan adanya aktivitas mencurigakan di bandara milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Bandara tersebut diduga beroperasi seolah-olah memiliki otoritas sendiri, layaknya “negara di dalam negara”. Untuk memastikan kontrol negara kembali berjalan, aparat TNI kini ditempatkan untuk berjaga di lokasi.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hamid, menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi langsung dilakukan setelah arahan Menhan diterima. Dalam hitungan jam, aparat keamanan sudah disiagakan dan disediakan pos khusus untuk menjaga bandara tersebut.
“Kemarin setelah menerima arahan dari Pak Menhan kita sudah berkoordinasi semuanya. Jadi sejak saat itu selesai rapat langsung aparat sudah kita siapkan di sana kemudian juga dari TNI disiagakan di sana kemudian koordinasi dan sudah ada tempat bagi aparat kita untuk menjaga bandara itu,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hamid kepada detikcom, Rabu (26/11/2025).
Menurut Anwar, salah satu fokus diskusi adalah penataan alur tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke kawasan Morowali. Ia mengusulkan agar seluruh TKA diarahkan melalui pintu masuk resmi di Palu. Menhan disebut telah mencatat usulan itu untuk dibahas dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan.
Jika Bandara SIS Al-Jufri di Palu tidak mampu menampung lalu lintas TKA, pemerintah mempertimbangkan opsi lain: mengoptimalkan Bandara Morowali milik pemerintah. Opsi ini mencakup perluasan landasan pacu agar pesawat berbadan besar dapat dilayani, sehingga pengawasan terhadap arus TKA lebih terkontrol.
Ancaman Bandara IMIP Morowali Ditutup
Anwar menyebut ia menyampaikan tiga poin utama kepada Menteri Pertahanan, dan Menhan menegaskan instruksi tegas: apabila dalam satu minggu tidak ada aparat yang berjaga, maka bandara IMIP akan ditutup.
Sebelumnya, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengungkapkan bahwa Menhan merasa ada kejanggalan saat tiba di bandara IMIP. Pesawat disebut bebas keluar-masuk tanpa pengawasan resmi negara, sementara seluruh kru bandara bukan berasal dari otoritas penerbangan nasional. Hal ini dinilai berisiko bagi keamanan negara.
Satgas PKH juga menegaskan bahwa meski bandara itu dibangun dengan dana perusahaan, setiap fasilitas penerbangan tetap harus mengikuti aturan negara. Setelah temuan tersebut, bandara IMIP dipastikan harus beroperasi layaknya bandara umum dengan pengawasan ketat dan standar regulasi yang berlaku tanpa pengecualian. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar