Cak Imin Soroti Ketimpangan: Pertumbuhan Ekonomi Tak Menetes ke Rumah Tangga
- account_circle Subari
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- visibility 42
- comment 0 komentar

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Foto: Antara)
Warta90.com, Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kembali menegaskan adanya ketimpangan serius dalam distribusi kekayaan di Indonesia. Dalam keynote speech pada Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 yang digelar INDEF dan dikutip Jumat (21/11), ia mengungkapkan bahwa satu persen kelompok paling kaya di Tanah Air menguasai hampir setengah dari total kekayaan nasional.
“Kita mendapati bahwa 1 persen orang terkaya memiliki hampir 50 persen kekayaan nasional,” ujarnya seperti dikutip Sindonews.com, menyoroti betapa timpangnya struktur ekonomi saat ini.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi alasan mengapa pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di angka 5 persen selama bertahun-tahun belum mampu menghadirkan perubahan berarti bagi kesejahteraan keluarga. Ia menekankan bahwa capaian makroekonomi tidak otomatis meningkatkan kemampuan ekonomi rumah tangga.
“Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur berbeda. Sisi makro tumbuh, sementara mikro hanya bertahan,” kata Cak Imin. Dia menggambarkan adanya jarak antara statistik nasional dan realitas di lapangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pendapatan keluarga kini menghadapi tekanan berat karena kenaikan biaya hidup yang tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan. Banyak pekerja, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM yang belum merasakan dampak positif dari membaiknya indikator ekonomi nasional.
Cak Imin menyebut kondisi itu sebagai bentuk “kemacetan struktural”—situasi ketika pertumbuhan ekonomi tidak mengalir ke lapisan masyarakat terbawah dan justru terpusat pada kelompok tertentu.
“Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, melainkan hanya bertahan di kantong sebagian kecil orang, sementara kelompok lain tetap hidup dengan kantong yang kosong,” jelasnya.
Pernyataan ini memperkuat urgensi reformasi ekonomi yang lebih inklusif, terutama dalam memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
- Penulis: Subari
- Editor: Subari



Saat ini belum ada komentar