Ekonomi 2026: BI Gaspol Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan
- account_circle imam subari
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 102
- comment 0 komentar

Gubernur BI, Perry Warjiyo bersama jajaran berfoto bersama dalam kegiatan BIRAMA 2025 di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (1/12). (Foto : Antara)
Warta90.c0m-Jakarta- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan bahwa optimisme, kerja keras lintas sektor, dan sinergi menjadi fondasi utama untuk mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dan lebih tangguh pada 2026.
“Kita harus optimis bahwa perekonomian Indonesia akan lebih baik dan mampu menghadapi tantangan,” ujar Perry saat membuka acara Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025, seperti dikutip Antara, Senin, (1/12)
Ia menegaskan, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat untuk menjaga ketahanan di tengah gejolak global. Pertumbuhan yang solid, stabilitas makro yang terjaga, dan sistem keuangan yang sehat menjadi modal penting memasuki 2026.
Perry menegaskan, BI akan bergerak “all out” dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan yang menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pemulihan dan akselerasi ekonomi. Seluruh kebijakan ini, membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah dalam bauran transformasi ekonomi nasional.
Untuk 2026, BI menyiapkan lima arah strategis:
- Kebijakan moneter
BI memusatkan perhatian pada pengendalian inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global.
- Kebijakan makroprudensial
Fokus utamanya memperkuat intermediasi perbankan, khususnya bagi sektor-sektor prioritas pemerintah.
- Sistem pembayaran digital
BI memperluas digitalisasi pembayaran melalui optimalisasi QRIS, BI-FAST, dan penguatan ekosistem pembayaran digital.
- Pendalaman pasar uang dan valas
BI berupaya memperkokoh empat pilar pasar keuangan—produk, harga, pelaku, dan infrastruktur—agar pembiayaan ekonomi berjalan lebih efisien.
- Pengembangan UMKM, ekonomi hijau, dan ekonomi syariah
Komitmen BI berlanjut untuk memperkuat sektor kerakyatan, mendorong transisi hijau, dan mengembangkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru.
“Melalui bauran kebijakan ini, Bank Indonesia berkomitmen mendukung Asta Cita dan memastikan ekonomi nasional tetap stabil, inklusif, dan berdaya tahan,” tegas Perry.
BIRAMA 2025: Ruang Literasi Ekonomi bagi Publik
BIRAMA 2025, yang menjadi bagian dari Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), berfungsi sebagai ruang edukasi ekonomi publik. Program ini membantu masyarakat memahami arah kebijakan BI dan dampaknya terhadap keputusan ekonomi di masa depan.
Acara ini diharapkan menjadi katalis yang memperkuat optimisme publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Dalam rangkaian kegiatan, BI menggelar Edutainment & Live Podcast yang mengulas isu-isu ekonomi terkini dan kaitannya dengan generasi muda. Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyoroti peran BI dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Menyasar generasi Z, Ricky mengajak anak muda mengambil peran nyata dalam pembangunan Indonesia.
“Mari bersama-sama mewujudkan generasi muda yang berdaya dan siap berkarya untuk mencapai Indonesia Emas,” ujarnya. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar