Batam Siapkan Pasar Ikan Modern dan Pusat Perikanan Terpadu
- account_circle imam subari
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 115
- comment 0 komentar

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat kunjungan kerja di Batam, Senin (1/12). (Foto: Antara)
Warta90.c0m, Batam- Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengusulkan pengembangan pusat usaha perikanan di Kota Batam, Kepulauan Riau, mencakup pasar ikan modern. Usulan ini disampaikan pada Senin (1/12) dalam kunjungan kerjanya di kawasan Barelang, Batam.
Viva Yoga menekankan, potensi perikanan tangkap Batam sangat besar dan beragam. Oleh karena itu, pengembangan kawasan menjadi pusat perikanan—meliputi pasar ikan, kuliner, dan pariwisata—dinilai memiliki prospek tinggi.
Rencana ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan Batam Science Techno Park (BSTP) yang dikembangkan oleh BP Batam.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Samuel Sandi, menambahkan, pasar ikan modern akan dikombinasikan dengan area kuliner.
“Dengan konsep ini, konsumen dapat membeli ikan segar dan langsung menikmatinya di lokasi yang sama, meniru model pasar ikan di Jepang dan Korea Selatan.” katanya seperti dikutip Antara.
Pasar ikan modern Batam, akan menyediakan produk olahan berbasis ikan, sehingga menambah nilai tambah produk lokal. Ke depannya, pasar ini diharapkan menjadi pusat perdagangan ikan higienis berskala internasional.
Bantuan Kapal Nelayan untuk Warga Transmigran
Dalam kunjungan kerjanya di Batam, Wamentrans menyalurkan 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) kepada warga transmigran yang berprofesi sebagai nelayan di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Batam.
Nilai total pengadaan kapal mencapai Rp8,7 miliar, dengan setiap kelompok nelayan menerima satu kapal lengkap dengan perangkat pendukung penangkapan ikan.
“Para nelayan sangat senang dengan bantuan ini. Kami berharap kapal ini dapat meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Viva Yoga Mauladi.
Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta BP Batam menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi nelayan transmigran Tanjung Banon. Pelatihan ini mencakup teknik memaksimalkan hasil tangkapan hingga pengolahan ikan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Viva menegaskan, dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga transmigran di seluruh Indonesia.
Kementrans juga memberikan jaminan hidup transmigran selama satu tahun. Manina diberikan berupa beras 43 kilogram per KK per bulan, minyak goreng, peralatan mandi, peralatan dapur, serta kebutuhan anak-anak.
“Setelah satu tahun, kami berharap para transmigran dapat mandiri. Pemerintah juga membuka peluang penambahan kapal jika jumlah nelayan bertambah,” tambahnya.
Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, merupakan proyek percontohan transmigrasi modern. Proyek ini bertujuan membangun pusat ekonomi terpadu lengkap fasilitas pendidikan, kesehatan, pelabuhan, dan potensi wisata. Kawasan ini dirancang untuk menciptakan masyarakat mandiri dan sejahtera. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar