Uang Beredar Oktober 2025 Melambat, Kredit dan DPK Tetap Tumbuh
- account_circle Subari
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- visibility 102
- comment 0 komentar

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso (Foto : antara)
Warta90.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang yang beredar luas di masyarakat, atau yang dikenal dengan istilah M2, mencapai Rp 9.783,1 triliun pada Oktober 2025. Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 7,7% secara tahunan (year-on-year), sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 8%.
Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, perlambatan ini terjadi karena kontribusi dari kedua komponen utama M2, yaitu uang beredar sempit (M1) yang tumbuh 11% dan uang kuasi yang meningkat 5,5%.
“Perkembangan M2 pada bulan Oktober dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat,” jelas Ramdan, Sabtu (22/11/2025).
Lebih rinci, aktiva luar negeri bersih tumbuh 10,4% pada Oktober, turun dari pertumbuhan 12,6% pada bulan sebelumnya. Penyaluran kredit mencapai Rp 8.106,8 triliun dengan pertumbuhan 6,9%, juga melambat dibanding September yang sebesar 7,2%. Sementara itu, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat bertumbuh 5,4%, menurun dari 6,5% pada bulan sebelumnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2025 sebesar Rp 9.153,6 triliun, naik 8,1% dibanding tahun lalu.
Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan giro dan simpanan berjangka masing-masing sebesar 13,2% dan 4,9%, meskipun lebih rendah dibanding September yang tumbuh 13,7% dan 5,9%.
Sementara tabungan menunjukkan percepatan pertumbuhan dari 6,4% pada bulan sebelumnya menjadi 7,2%.
Dari sisi nasabah, perkembangan DPK terutama dipacu oleh pertumbuhan dana pihak ketiga korporasi, yang meningkat menjadi 15,9% dibanding bulan sebelumnya 15,5%.
Informasi ini menunjukkan tren perlambatan moderat dalam uang beredar dan kredit, namun tetap adanya peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana masyarakat dan korporasi, mencerminkan dinamika keuangan yang kompleks di tengah perekonomian Indonesia.
- Penulis: Subari
- Editor: Subari



Saat ini belum ada komentar