Cak Imin Serukan Evaluasi Total Kebijakan Lingkungan Usai Banjir dan Longsor di Sumatera
- account_circle imam subari
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 118
- comment 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Antara)
Warta90.com-Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan keprihatinannya atas rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatera. Peristiwa yang menelan ratusan korban jiwa itu, menurutnya, menjadi alarm keras untuk membenahi cara pandang dan kebijakan lingkungan di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Cak Imin menekankan perlunya seluruh pihak—pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha—untuk bersama-sama melakukan introspeksi mendalam atau, meminjam istilah Nahdlatul Ulama, taubatan nasuha. Ia menilai kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana bukan semata faktor alam, tetapi juga buah dari keputusan kebijakan yang selama ini kurang sensitif terhadap dampak ekologis.
Ketua DPP PKB itu menyoroti dua akar persoalan utama: kesalahan manusia dalam mengelola lingkungan dan lemahnya perencanaan serta mitigasi bencana. Karena itu, ia mengaku telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan terkait sumber daya alam.
“Evaluasi total harus dilakukan pada semua aspek, mulai dari cara kita berpikir hingga cara kita bertindak. Kita sering bilang kiamat sudah dekat, padahal ‘kiamat’ itu sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” ujar Cak Imin dalam Workshop SMK Go Global, Senin (1/12/2025). Ia berharap para korban segera mendapatkan bantuan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan angka korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera terus meningkat. Data terbaru Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) per Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB mencatat total 604 orang meninggal dunia.
Rinciannya sebagai berikut:
-
Sumatera Utara: 283 meninggal, 169 hilang, 613 luka-luka
-
Sumatera Barat: 165 meninggal, 114 hilang, 112 luka-luka
-
Aceh: 156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka-luka
Selain korban jiwa, skala kerusakan infrastruktur pun sangat besar. BNPB melaporkan ada sekitar 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Kerusakan fasilitas publik juga signifikan, termasuk 271 jembatan rusak serta 282 fasilitas pendidikan terdampak. Data ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. (sub)
- Penulis: imam subari



Saat ini belum ada komentar