Dua Kontainer Sitaan Bea Cukai ‘Hilang Arah’ dan Mendarat di Sagulung, Polisi Turun Tangan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 111
- comment 0 komentar

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menyaksikan pembukaan segel bea cukai dari truk kontainer yang disita (polresta barelang)
Warta90.com, Batam – Publik digegerkan dengan insiden janggal terkait dua kontainer yang seharusnya menjadi barang sitaan Bea dan Cukai Batam. Alih-alih menuju gudang resmi di Tanjung Uncang, kedua kontainer itu justru berakhir di Sagulung, Kota Batam, pada Sabtu, 8 November 2025.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian aparat penegak hukum. Sat Reskrim Polresta Barelang kini telah mengamankan kedua kontainer beserta tiga truk yang mengangkutnya untuk penyelidikan mendalam.
Bea Cukai Batam Ikut Bingung
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, mengaku heran dengan perubahan rute yang tidak sesuai prosedur tersebut.
“Itu juga menjadi pertanyaan kami. Kami masih mendalami siapa yang memerintahkan hal itu,” ujarnya pada Senin, 17 Oktober 2025.
Zaky menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh penyelidikan kepolisian. Ia juga menambahkan bahwa Bea Cukai akan bersikap terbuka dan tidak akan ragu menindak anggotanya bila ditemukan pelanggaran.
“Ada anggota kami yang sudah diperiksa. Terbukti bersalah, ya kami akan bertindak,” tegasnya.
Polresta Barelang Telusuri Pergerakan Kontainer
Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, memastikan penyidikan masih terus berjalan. Fokus utama tim adalah menelusuri alur pergerakan kontainer, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta menyelidiki potensi penyalahgunaan wewenang.
Zaenal memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan tanpa intervensi.
“Siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada oknum, akan kami proses. Kami berkomitmen menuntaskan ini untuk mencegah kebocoran kekayaan negara,” tegasnya.
Kasus ini diprediksi menjadi salah satu penyelidikan besar di Batam, mengingat kontainer sitaan merupakan barang negara yang harus dijaga ketat. Publik kini menunggu hasil penyidikan untuk mengungkap siapa dalang di balik penyimpangan fatal ini.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Denni Risman



Saat ini belum ada komentar